. . .

MAULID NABI MUHAMMAD SAW




PPTQ Al-Asy'ariyyah- Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1441 H, beragam rangkaian acara telah dilaksanakan oleh seluruh santri baik tahfidz maupun reguler (Non Tahfidz). Mengawali kegiatannya, digelar khataman akbar yang diikuti oleh ratusan santri sekaligus doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Aziz., Alh.

Peringatan maulid tersebut digelar pada hari Kamis, 28 November 2019 di Gedung Baru  Lantai 3 PPTQ Al-Asyariyyah. Dalam acara tersebut, para santri juga melaksanakan pembacaan al barzanji.
Penghormatan yang sangat karena dihadiri oleh beliau-beliau, dzuriyah PPTQ Al-Asyariyyah. Abah KH Athoilah Al Asyari, Gus Ali Ridho dari Demak dan Gus Yusron. Tujuan dengan dilaksanakannya peringatan maulid  adalah agar kita bisa mengambil ibroh dari perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW.

Hal-hal yang dilakukan pada zamannya Nabi yaitu, wanita memakai kendit untuk mengecilkan pankreas (yang berfungsi sebagai pengolah makanan) agar bisa menahan ketika lapar. ``Nabi Muhammad niku remen karo wong fekir; wong ra duwe.`` jelasnya ( Abah Atho`).

Ketua JNS (Jati Sumo Negoro) Nasional di bawah naungan Habib Husein bin Luthfi bin Yahya, Gus Ali Ridlo, yang hadir pada malam hari itu juga berpesan kepada para santri, agar ketika telah terjun ke Masyarakat supaya jangan pernah meninggalkan sesuatu yang telah dipelajarinya di sini (pesantren). ``Ikatan hati kedua orang tua dengan anak itu sangatlah terpatri kuat. Maka dari itu, janganlah lupa untuk memberikan fatihah di setiap harinya.`` Tambahnya.  
Kegiatan berjalan dengan lancar dan berakhir pada pukul 23.00 dan ditutup oleh beliau, Gus Ridho. Dengan wejangan penutup dari Abah Atho, bahwa `menangis itu bukan cengeng. Menangislah agar engkau bahagia. Ketika engkau mampu menangis maka, engkau akan bahagia.`

Comments
0 Comments