SELAMAT DATANG DI OFFICIAL WEBSITE PPTQ AL-ASY'ARIYYAH

. . .

 


WONOSOBO-Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al-Asy’ariyyah Kalibeber, Wonosobo melaksanakan kegiatan Maulid Nabi dalam rangka memperingati hari kelahiran baginda Nabi Muhammad Saw Kamis, (18/10) di halaman PPTQ Al-Asy’ariyyah.

Dengan diadakannya acara maulid nabi di PPTQ Al-Asy’ariyyah adalah sebagai bentuk rasa syukur akan kelahiran manusia mulia yakni Nabi Agung Muhammad Saw. Sosok suri tauladan dalam segala segi kehidupan dan gambaran akhlakul karimah sebagai landasan generasi muda islami khususnya untuk para santri putra putri PPTQ Al-asy’ariyyah.

Salah satu implementasi uswatun khasanah yang tercermin pada diri Rasul yaitu beliau sangat menyayangi keluarga dan bersikap lembut terhadap semua sahabat. Beliau adalah teladan nyata yang harus kita contoh dalam menerapkan akhlak nabi sebagai perwujudan dan simbolis menjalankan sunnahnya.

Kemeriahan serta penghayatan acara maulid tadi malam sangat terasa dan diharapkan dengan adanya kegiatan maulid ini bisa menambah mahabah dan rasa cinta kita junjungan Nabi Agung Muhammad Saw.

Kh. Ahmad Fuadi yang memberikan mauidzoh khasanah, berpesan “Dihari santri ini kalian diistimewakan sebagai seorang yang mencari ilmu dan penerus ulama, karena ulama adalah pewaris para nabi dan kalian juga yang akan meneruskan perjuangan para kyai. Sesungguhnya ditangan kalian (para pemuda) adalah perkara perkara umat yang akan menyelesaikan perkara perkara umat nantinya sebagai santri dan calon pemimpin masa depan. Dan di telapak kaki kalian perkara perkara haq yang akan diselesaikan oleh para pemuda juga. Dalam sebuah hadits disebutkan, Didiklah putra putri kalian dalam tiga hal pertama hubbu nabbiy (mencintai nabi Muhammad saw), hubbu ahli bait (mencintai keluarga nabi), dan membaca Al Qur’an. Hal tersebut adalah perkara yang tidak bisa dipisahkan.”

 

Pewarta: Azzahro Inayaturrohmah, Faizatul Azizah


 


WONOSOBO-Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an (PPTQ) Al-Asy'ariyyah Kalibeber, Wonosobo gelar vaksinasi dalam rangka mensukseskan serbuan vaksinasi dari Kodim 0707 pada Kamis, (23/9) di Aula Utama PPTQ Al-Asy'ariyyah.


Dengan diadakannya vaksinasi Covid-19 di PPTQ Al-Asy'ariyyah, akan memotivasi masyarakat luas akan pentingnya vaksin. Dan dapat membantu pembentukan Herd Immunity atau kekebalan kelompok untuk menghentikan pandemi.


"Kegiatan vaksinasi ini diadakan dalam rangka untuk mensukseskan serbuan vaksinasi dari Kodim 0707 Wonosobo, karena diperintahkan oleh jararan Kodim 0707 Wonosobo, khususnya." tutur Kapten Sarwiyono Danramil 03 Mojotengah.


Dari 502 santri yang mendaftar, ada 466 yang tervaksin dan 36 yang tertunda, dikarenakan tidak memenuhi syarat vaksinasi. Sehingga nantinya akan dilaksanakan vaksin tahab kedua, atau kesempatan berikutnya.


"Awal mau vaksin tu takut karena efeknyakan berbeda-beda, namun aku mencoba memberanikan diri untuk mengikutinya. Dan Alhamdulillah berjalan dengan lanjar juga tempat yang digunakan untuk vaksin strategis dan nyaman." tanggap Ililya, salah satu peserta vaksin.


Komandan Koramil 03 Mojotengah, Wonosobo berpesan, "pesan yang pertama selama kegiatan vaksinasi hari ini, saya mengucapkan terimakasih kepada pondok pesantren Al-Asyariyyah yang sangat mendukung program kegiatan serbuan vaksinasi Kodim 0707 Wonosobo, berikutnya karena vaksin sangat penting dan bisa memberi kekebalan, kaitannya dengan pandemi saat ini, bagi masyarakat umum atau para santri yang belum vaksin atau tertunda dihimbau agar tetap melaksanakan vaksinasi."



Reporter: Muhammad Yusuf 

Pewarta: Azzahro Inayaturrohmah 

Editor: Chofifah Lulita Sari


Wonosobo, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an (PPTQ) Al-Asy'ariyyah 

Dalam rangka memeriahkan Haflah Khatmil Qur'an (HKQ) Ke 44 para santri mengikuti napak tilas bersama ke Deroduwur, Selasa (11/08).

Kegiatan napak tilas diikuti oleh santri pusat maupun cabang. Tempat pemberangkatan di halaman Masjid Baiturrahim, dimulai pukul 6 pagi yang terbagi menjadi beberapa rombongan sesuai dengan blok masing-masing.

Selama napak tilas berlangsung, banyak santri yang mengeluh kelelahan dan sakit sebab jarak tempuh perjalanan yang cukup jauh ±8 Km. Namun, dapat diminimalisir dengan adanya pos kesehatan yang tersebar di sepanjang jalur napak tilas, sehingga santri yang sudah merasa tidak mampu melanjutkan, bisa istirahat terlebih dahulu. 

Kegiatan Napak Tilas berlangsung dari pagi hingga siang. Para santri yang mengikut merasa senang, karena bisa ikut serta dalam kegiatan napak tilas sebagai agenda rutin menjelang Haflah. Di tahun ini sehari sebelum keberangkatan napak tilas, ada pembagian kupon door prize sehingga lebih meriah dan semua santri sangat antusias. 

"Napak tilas memberikan banyak hikmah bagi kami para santri, karena melatih kesabaran dan tidak mudah mengeluh sudah berjalan cukup jauh hingga sampai di Dero,selain itu diniati mencari berkah muassis pondok, Mbah Muntaha Al Hafidz sebagai sosok yang menjadi teladan bagi kami para santri" tutur salah satu santri yang ikut serta dalam kegiatan napas tilas. 

Agenda Napak Tilas menuju Deroduwur melewati pemukiman warga, masyarakat sekitar yang menjadi jalur Napak tilas memberikan perhatian kepada para santri dengan menyediakan air putih dan makanan ringan, hal ini pun menjadi kebahagiaan tersendiri para santri. 


(Reporter Azzahro Inayaturrohmah)

 

 


WONOSOBO- Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an (PPTQ) Al-Asy'ariyyah Kalibeber, Wonosobo resmikan launching Haflah Khotmil Qur'an (HKQ) ke-44 dan haul Simbah KH. Muntaha Alh ke-17 di Masjid Baiturrahim, Sabtu (19/06). 

Sambutan Lurah Umum oleh Ust. Agung Laksono., Amd. T sampaikan pada santri agar terus maksimal dalam mengikuti agenda HKQ ke-44 ini. 

Mau'idhoh hasanah disampaikan oleh Dr. KH. Robingun Suyud El Syam, M.pd., Alh agar menjadikan HKQ ke-44 sebagai rasa syukur setelah khatam menghafal Al-Qur'an. 

"Haflah adalah sebuah perayaan, pesta, atau moment rasa syukur kita setelah khatam dalam menghafal dan diberi ilmu-ilmu Al-Qur'an, " jelas beliau.

Acara diakhiri dengan peresmian launching HKQ ke-44 oleh Dr. KH. Robingun Suyud El Syam, M.pd., Alh dan sekaligus do'a penutup.


(Fatmi Isrotun Nafisah)

 



PPTQ Al-Asy'ariyyah - Penutupan aktivitas Ramadhan tahun 1442 H Pondok pesantren Tahfidzul Qur'an (PPTQ) Al-Asy'ariyyah Kalibeber, Wonosobo dilaksanakan di serambi masjid Baiturrahim pada Sabtu, (01/05). 

Santri diharapkan tetap menjaga almamater pondok pesantren dan melakukan aktivitas yang biasa dilakukan seperti ibadah dan mengaji.

"Selamat berlibur dan tetaplah jaga almamater pondok pesantren, tetaplah melakukan aktivitas yang biasa dilakukan, tetap beribadah dan mengaji," ungkap Ma'ruf, selaku pengurus PPTQ Al-Asy'ariyyah.

Dalam sambutannya Gus Zaman menyampaikan kepada seluruh santri PPTQ Al-Asy'ariyyah untuk menjaga almamater pondok pesantren, beribadah, mengaji, bahkan turut serta mengajak teman lainnya agar mau mondok.

Dilanjutkan Mauidzoh Hasanah oleh Bapak Kyai Sudianto., M.Pd yang menyampaikan berbagai hikmah bulan Ramadhan dan rasa syukur menjadi seorang santri.

Acara diakhiri dengan doa penutup oleh Bapak Kyai Sudianto., M.Pd  dan dilanjutkan pesta kembang api yang mewarnai langit malam Al-Asy'ariyyah.


(Fatmi Isrotun Nafisah)

 


PPTQ Al-Asy'ariyyah-Telah diselenggarakannya acara muwadda'ah angkatan 2018/2021 pada hari kamis, 7 April 2021 kemarin. Muwadda'ah sendiri berarti memohon do'a restu (Pamitan) terhadap Kyai, Guru dan juga teman satu angkatan. Acara dimulai pada sore hari ba'da ashar dan dilanjut pada malam hari setelah isya' sampai selesai. Dan dihadiri oleh Beliau Abuya, Abah Muchotob dan seluruh santri baik SMP, SMA, SMK, Salaf, maupun Mahasiswa. 

Pembacaan ayat suci al-Qur'an dimulai pada pukul 20.15 di depan serambi masjid dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan oleh beberapa perwakilan yang bersangkutan. 

"Meskipun anda sekalian nanti sudah tidak berada di pondok, saya meminta tolong untuk tidak lupa mengirim fatihah untuk para muasis PPTQ Al-Asy'ariyyah pada waktu ba'da maghrib. Berkah manfaat, mulia dunia akhirat." Pesan Abuya kepada santri-santrinya terkhusus untuk anak kelas 3. 

Kemudian diakhiri dengan doa penutup oleh Abah Muchotob dan dilanjut dengan menampilkan kreatifitas para santri kelas 3 untuk memeriahkan acara muwadda'ah ini. (9/21)

-Elsa


 

Wonosobo, PPTQ Al-Asy'ariyyah 

Kegiatan Ahad Pon yang dilaksanakan pada Minggu (21/2) tepatnya di serambi masjid Baiturrahim  berjalan sangat hikmat. Acara dimulai dari pukul 07.15 WIB hingga pukul 10.00 WIB diawali dengan simaan, muqoddaman Al-Qur'an oleh para santri dilanjutkan dengan doa oleh KH. Edi Abdurrahman, M.Pd. Alh, serta mauidhoh Hasanah oleh beliau Dr.KH. Robingun Suyud el Syam, M.Pd. Alh.

 

Ahad Pon merupakan rutinitas Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Asy'ariyyah yang diselenggarakan tiap hari Minggu Pon (dalam kalender Jawa). Kegiatan yang diikuti oleh para santri juga dhuriyah, para guru, dan pengurus yayasan Al Asy'ariyyah ini sudah diadakan sejak 12 tahun lalu, tepatnya pada tahun 2009, Acara yang diadakan untuk mengenang para masayyikh ini kususnya KH. Mustahal Asy'ari bin KH. Asy'ari.

 

"Selapanan Ahad Pon itu untuk menghormati almarhum simbah Mustahal Asy'ari dan juga para masayyikh  yang lain,...." Terang pak Robi.

Beliau menjelaskan tentang pentingnya mencari keberkahan ilmu sehingga bisa bersanad sampai Nabi Muhammad SAW. Beliau mengibaratkan seperti halnya saluran  air perusahaan daerah air minum (PDAM).

 

"Ibarat Rasulullah adalah sumbernya agama Islam yang benar dari Allah SWT. Kalo kita ingin menyambung dengan Rasulullah, ya harus nyambung dengan saluran-saluran PDAM, yang mana Rasulullah diteruskan melalui sahabat, kemudian diteruskan tabi'in, dilanjut lagi ke ulama-ulama hingga sampai ke kiyai-kiyai dan sampai sekarang tambung." Ujar beliau.

 

Beliau sangat bersyukur karena dengan patuh dan belajar ilmu pengetahuan dari para kiyai bisa merasakan Islam yang benar sebab mengikuti ajaran nya Rasulullah melalui wasilah guru-guru dan para kiyai yang sanadnya bersambung hingga Rasulullah.

 

"Selama sanadnya tidak terputus dengan Rasulullah, Islam yang kita jalankan itu adem Yo ngademi beten panas Yo manasi "

Kiyai yang akrab dipanggil pak Robi ini, juga menjelaskan tentang pentingnya berperilaku baik, karena manusia adalah salah satu makhluk yang menjadi buah bibir manusia lain.

 

"Cetak lah tinta-tinta kehidupan dengan tulisan-tulisan yang baik, maka cetak lah sejarah-sejarah kita supaya dikenang menjadi orang yang baik" pesan beliau.

 

Beliau memberi contoh-contoh seperti jasanya para masayyikh dan tokoh Islam, Mereka adalah orang yang beruntung karena memiliki investasi pahala dan kiriman doa dari jasa yang mereka tinggalkan saat masih di dunia.

.

Yusuf Mufadhol