SELAMAT DATANG DI OFFICIAL WEBSITE PPTQ AL-ASY'ARIYYAH

. . .



www.al-asyariyyah.com


WONOSOBO- Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an (PPTQ) Al Asy'ariyyah Kalibeber, Wonosobo mendapat kunjungan Al-Habib Ahmad bin Husein Al Aidid dari Yaman, Ahad (02/01).


Dalam sambutanya, Abuya Khoirullah Al-Mujtaba sebagai pengasuh PPTQ Al-Asy'ariyyah mengucapkan terimakasih atas kunjungan Al-Habib Ahmad bin Husein Al Aidid, dan minta maaf atas penyambutan yang seadanya dan juga meminta support dalam menghafal Al-Qur'an.


Ketika menghafal Al-Qur'an, sesungguhnya setiap huruf di dalam Al-Qur'an akan membuat satu cahaya dihati, dan satu huruf tiap kalimatnya akan membawa satu cahaya dalam Al-Qur'an karena itu semua adalah ucapan Allah SWT.


"Untuk mengagungkan Al-Qur'an, kalian harus menghalalkan hal-hal yang dihalalkan Al-Qur'an dan mengharamkan hal-hal yang diharamkan dalam Al-Qur'an", tutur Al-Habib Ahmad bin Husein Al Aidid.


Lanjut beliau "Orang yang ahli Qur'an bukan hanya orang yang menghafalkannya atau fasih dalam bacaan tajwidnya ataupun yang bagus suaranya di dalam Al-Qur'an. Sesungguhnya orang yang ahli Qur'an itu, diketahui dari sisi ketika ia memiliki kerendahan hati terhadap Al-Qur'an, disaat ia beribadah dengan perintah Al-Qur'an dan tidak akan pernah menyia-nyiakan waktu dan umur yang telah Allah SWT. berikan. Dan tanda yang paling besar untuk orang ahli Qur'an, mereka tidak pernah tergantung kepada kemaksiatan sekecilpun sekalinya mereka tergantung tanpa mereka niatkan, mereka akan segera kembali menuju ampunan Allah SWT. Orang ahli Al-Qur'an adalah orang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, yang selalu menyambung silaturahim, menyayangi anak kecil, berbaik sangka terhadap setiap muslim dan muslimat, dan hati mereka selalu bersih dari sifat sombong dan riya'."


Jangan merasa cukup hanya dengan menghafal Al-Qur'an tanpa mempraktekkan isinya, berapa banyak perlombaan diadakan, namun banyak orang yang mengikuti perlombaan dengan tujuan hanya ingin mendapatkan ijazah dan mereka tidak senantiasa menghafalkan Al-Qur'an karena Allah SWT. 


Tutur Al-Habib Ahmad bin Husein Al Aidid, yang harus dimiliki sebagai penghafal Al-Qur'an  diantaranya:

1. Niatkan dalam belajar, ikhlaskan hanya untuk Allah SWT.

2. Selalu dalam keadaan taqwa kepada Allah SWT.

3. Selalu menjaga sholat lima waktu, tepat pada waktunya.

4. Selalu menjaga sunah Rasulullah.

5. Menjaga adab makan, minum, tidur, berpakaian, keluar masuk suatu tempat, dan setiap aktivitas yang dilakukan harus mengikuti Nabi besar Muhamamd SAW. 


"Dan siapapun yang dimuliakan oleh Allah untuk menghafal satu ayat saja dalam Al-Qur'an, maha hendaknya ia harus selalu mengulanginya, menjaganya dan jangan pernah sampai dilupakan." pesan beliau Al-Habib Ahmad bin Husein Al Aidid.


"Semoga apa yang menjadi keinginan Habib Ahmad itu bisa tercapai. Semua ilmu yang beliau sampaikan bisa kita amalkan dan bisa menjadi motivasi kita dalam menghapafal Al-Qur'an dan juga menjadi pengingat kita, bahwa kita ini adalah penghafal Al-Qur'an, harus menjaga adab adabnya, harus menjaga akhlaknya." ucap Syarif Hamid selaku M.C. kegiatan.


"Mudah-mudahan kita semua yang hadir pada malam hari ini baik santri maupun santriwati bahkan saya sekalipun dan seluruh orang yang mendengarkan ceramah ini menjadi penyejuk mata bagi baginda Nabi Muhammad, dan menjadi orang yang selalu dalam keistiqomahan." harap beliau Al-Habib Ahmad bin Husein Al Aidid.

 

 



WONOSOBO- Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an (PPTQ) Al Asy'ariyyah Kalibeber, Wonosobo dalam rangka temu kangen dan ramah tamah IKMAAL ( Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Al Qur'an Al Asy'ariyyah) adakan Silaturahmi Nasional (SILATNAS) di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an (PPTQ) Al-Asy'ariyyah, Ahad-Senin (19-20/12).

Diawali tadarus dan khataman Al-Qur'an yang dipimpin oleh K. Hayatudin, Alh. ba'da magrib. Kemudian dilanjut pemberian ijazah qubra dan pembacaan sanad Al-Qur'an Al-Asy'ariyyah yang di bacakan oleh KH. Khoirullah Al Mujtaba,S.HI.  

Rangkaian Acara SILATNAS dimeriahkan dengan penampilan Grup Kodasa dan Gamelan Maulid Jawi. Ditengah acara SILATNAS III pemberian kategori program kepada perwakilan 12 IKMAAL yang terpilih salah satunya, kategori IKMAL terkompak diraih oleh IKMAL Kendal dan kategori IKMAL keaktifan organisasi diraih oleh IKMAL Magelang.

Senin pagi dilaksanakan ziarah ke makam karang sari yang dipimpin oleh KH.As'ad, Al hafidz dan diikuti oleh seluruh peserta SILATNAS. Dilanjutkan dengan istirahat dan sarapan pagi.

KH. Fairuzi Afieq, M.Ag.Alh selaku ketua IKMAAL periode sebelumnya memberikan sambutan serta ucapan terimakasih kepada para alumni yang telah hadir pada acara SILATNAS ke 3 ini. Pemilihan Ketua IKMAAL periode 2022-2027 menghasilkan suara terbanyak kepada KH. Ahmad Fuadi, M.Ag sehingga beliau terpilih sebagai ketua umum IKMAAL pusat.

"Pesan saya terhadap para alumni. Pertama, sesibuk apapun tetap mengunjungi pondok. Kedua, Ziarah makam Mbah Muntaha. Ketiga, jadilah santri yang selalu berkhidmah 
kepada pondok pesantren. Kepada para alumni agar tetap menjaga almamater pondok sampe akhir hayat serta selalu menjaga kekompakan dengan para alumni". pesan Abuya Khoirullah Al Mujtaba selaku pengasuh PPTQ Al Asy'ariyyab dalam sambutan pada acara ceremonial SHILATNAS III IKMAAL PUSAT.


 

WONOSOBO-Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Al-Qur'an Al-Asy'ariyyah (IKMAAL) adakan Silaturahmi Nasional (SILATNAS) dengan tema Memperteguh Shilaturrohim untuk Kebesaran Alumni dan Kejayaan Bangsa di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an (PPTQ) Al-Asy'ariyyah, Ahad-Senin (19-20/12).

Dengan adanya kegiatan Silatnas di PPTQ Al-Asy'ariyyah, menjadikan para alumni semakin kuat, semakin besar, sehingga ilmu yang diperoleh di pondok tambah barokah dan manfaat.

"Pesen kulo kangge alumni, yang pertama sesibuk apapun, karo cok ditiliki pondoke. Kedua, ziaroh nggon Simbah ya mampir pondok. Ketiga, sangger isih kelingan lan gelem sowan, tak dongakne berkah lan manfaat. Keempat, jadilah santri yang selalu berkhidmah kepada almamater. Kelima ijasahe santri yo Akhlakul Karimah. Keenam, jagalah nama baik almamater sampai akhir hayat. Ketujuh, alumni ndang bisa kompak siji marang liane. Kedelapan, berbanggalah menjadi santrinya Mbah Muntaha. Kesembilan orang yang tidak meyakini gurunya mulia, maka iya tidak beruntung. Dan yang terakhir dan paling penting rapatkan barisan sudah saatnya alumni kompak, ikut membesarkan almamater Al-Asy'ariyyah." pesan Abuya Khoirullah Al-Mujtaba kepada alumni, sebagai pengasuh PPTQ Al-Asy'ariyyah.

DR.KH. Muchotob Hamzah, M.M. dalam sambutannya menuturkan, Mbah Muntaha mendirikan UNSIQ, SD, SMP, SMA dan seterusnya, karena ingin menggapai kaifiyah dalam berbagai bidangnya masing-masing. Mbah Muntaha sangat menghargai profesi seseorang, karena merekalah yang dapat mengantarkan umat ke dalam visi yang telah beliau tetapkan.

"Pondok Al-Asy'ariyyah ini merupakan rumah kedua kalian, dan dalam forum ini, saya ingin membuka prinsip Al-Qodim Ash-Sholih yang menjadi pegangan kita dalam kehidupan," tutur K.H. Lukman Harits Dimyati sebagai narasumber.

"Sangat luar biasa sekali kami sebagai alumni merasa tergugah hatinya, dimana bahwa silaturahmi ini merupakan suatu ikatan batin terhadap hikmahnya masyayikh Kyai dan Bu Nyai. Kemudian kita bisa bertemu pada sesama alumni bisa menyatukan diantara hati yang sudah sekian tahun tak pernah bertemu. Dan dengan adanya Silatnas ini kita bisa bertemu, kemudian juga saling memberikan argumentasi dimana para alumni ini sudah banyak yang berhasil." tutur Ibu Nur Farida, sebagai salah satu panitia Silatnas.

Semoga dengan adanya Silatnas ini silaturahmi tetap terjalin diantara alumni dan dapat mengembangkan pendidikan di pesantren, kurikulum di pesantren dan juga pendidikam yang umum mengajunya kepada pondok.

 


WONOSOBO-Pondok Tahfidzul Qur'an (PPTQ) Al-asy'ariyyah Kalibeber, Wonosobo adakan Seminar Mahasiswa (SEMA) bersama Gus Ahmad Kafabihi, Alh. dan Ning Sheilla Hasina, Alhz. di Aula PPTQ Al-asy'ariyyah, Ahad (12/12)


Seminar mahasiswa "Kajian Tahsinul Qur'an" dengan tema haqqul hurf dan mustahaqqul hurf ini dihadiri oleh Segenap Dzuriyyah dan Mahasantri  PPTQ Al-Asy'ariyyah.


Diawali sambutan dari Ketua panitia Ust. Mohammad Qoid Miftahussurur, Beliau menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf dalam penyelenggaraan seminar mahasiswa. Dilanjutkan sambutan oleh Ust. Maulana Ikhsanul selaku Ketua Pelaksana Tugas DMPA , Ust. Ipan Setianto S.H selaku Lurah Umum PPTQ Al-asy'ariyyah, Gus yusron Budiawan Alh selaku Pembina Blok Eksekutif Mahasiswa, dan sambutan terakhir disampaikan oleh Gus Sofan Rizqi, Alh., S.Pd.I., M.Pd. 


Pesan Gus Sofan Rizqi, walaupun sudah lancar harus tetep memperhatikan makhorijul huruf dan tajwidnya. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa " setiap orang yang membaca satu huruf dari Al-Qur'an maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya."


Menuju puncak acara dalam Seminar Mahasiswa "Kajian Tahsinul Qur'an" dengan tema haqqul hurf dan mustahaqqul hurf yang di sampaikan oleh Gus Ahmad Kafabihi, Alh. dan Ning Sheilla Hasina, Alhz. 


Menurutnya Mbah Yai Maftuh Birri Al Qur'an dibaca dengan tiga cara yaitu cepat, cukupan, dan pelan.


"orang yang menghafal Al Qur'an itu proyek seumur hidup. Mengkhatamkan tidak wajib tapi mempertahankannya itu yang wajib. Bukan seberapa cepat kamu menghafal Al Qur'an tapi titik poinnya bagaimana kita bisa mentadabburi Al Qur'an." Terang Ning Sheilla, selaku narasumber.


Pemaparan mengenai Haqqul huruf dan Mustahaqqul hurf yang di sampaikan oleh Gus Ahmad Kafabihi 

" jangan melalaikan makhorijul huruf dan tajwidnya untuk semua orang dalam  membaca Al Qur'an, yakni wajib pertama kali untuk mengetahui tempat-tempat huruf itu keluar. Bila tidak memahami istilah-istilah dalam huruf Al Qur'an paling tidak membaca Al Qur'an dengan baik sesuai tajwidnya"

Beliau juga menuturkan tentang konsep ikhlas saat belajar di pondok pesantren. 

Karena di pondok mengajarkan sesuatu tanpa ada pamrih. 


Dalam rangkaian acara ini terdapat sesi tanya jawab yang dilanjutkan dengan doa penutup oleh Gus Ahmad Kafabihi Alh. 


 

WONOSOBO-Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an (PPTQ) Al-Asy'ariyyah Kalibeber, Wonosobo adakan acara penutupan aktifitas semester ganjil PPTQ Al- Asy'ariyyah yang dihadiri oleh Dzuriyyah,para pengurus pusat putra atau putri dan seluruh santri di Serambi Masjid Baiturrahman, Sabtu (11/12)


Diawali dengan pembacaan surat keputusan mengenai nama santri yang melanggar aturan dengan berat hingga membuat status santrinya tercabut, yang disampaikan oleh Ustadz Ivan Setianto selaku Lurah Umum PPTQ Al-Asy'ariyyah.


Ustadz Muhammad Ma'ruf S.Ag dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada seluruh santri yang telah mengikuti acara dengan khusyuknya.


"Selaku santri yang baik, harus mampu menjaga nama baik almamater PPTQ Al Asy'ariyyah. Jangan lupa juga untuk memenuhi persyaratan pulang dan keberangkatan yaitu hafalan serta administrasi diselesaikan." pesan Ustadz Muhammad Ma'ruf S.Ag selaku perwakilan pengurus PPTQ Al-Asy'ariyyah. 


"Katanya sih santri!

Bahagianya ketika perut diisi!

Katanya sih santri!

Ngga punya pacar ngga rugi!

Katanya sih santri ada rejeki saling berbagi!" kutipan puisi dalam Mauidzoh Khasanah yang yang dibacakan  oleh Dr. KH. Robingun Suyud El Syam, Alh. M.Pd.


Beliau menambahkan pesan kepada para santri  agar tetap menerapkan etika baik dipondok maupun di rumah.

Diakhir sambutan, beliau menyampaikan,

"Selamat menunaikan ibadah pulang kampung,bagi yang pulang kampung hati-hati dijalan Semoga selamat sampai tujuan dan yang tidak pulang jangan iri".Di lanjutkan dengan doa penutup

 




WONOSOBO-Pondok Pesantren  Tahfidzul Qur'an (PPTQ) Al Asy'ariyyah Kalibeber, Wonosobo dan Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Al Qur'an Al Asy'ariyyah (IKMAAL) adakan Selapanan Jum'at Kliwon Alumni PPTQ Al Asy'ariyyah sebagai salah satu rangkaian menuju puncak kegiatan SILATNAS III di Aula Utama PPTQ Al Asy'ariyyah Kalibeber Mojotengah, Jum'at Kliwon (10/12)

Kegiatan SILATNAS ke-3 ini dilakukan dalam rangka menyambung silaturahmi antar alumni PPTQ Al Asy'ariyyah, yang akan di laksanakan pada tanggal 19-20 Desember 2021.

Diawali sambutan dari KH. Khoirullah Al Mujtaba, selaku pengasuh PPTQ Al Asy'ariyyah. Dilanjutkan dengan sambutan dari para pengurus IKMAAL.

Acara ini dimulai dengan Sima'an/Tadarus dan Doa Khotmil Qur'an,dilanjutkan Rapat Pleno Persiapan SILATNAS III IKMAAL 2021 dan diakhiri dengan doa penutup yang dipimpin oleh Abah Thobroni Syihab Alh.

( Reporter Al Asy'ariyyah Putri)

Semoga kegiatan SILATNAS III 2021 berjalan lancar dan tidak ada halangan apapun.


 

WONOSOBO-Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al-Asy’ariyyah Kalibeber, Wonosobo melaksanakan kegiatan Maulid Nabi dan Tasyakuran khataman Imam sholat dan Binadzor Qur’an Roudlotul Huffadz. Kamis, (11/11) di Gedung Baitul Qur'an Lantai 3  PPTQ Al-Asy’ariyyah.

Kegiatan ini merupakan rutinan tahunan yang diadakan oleh blok Roudlotul Huffadz. Dan dalam kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri Roudlotul Hufadz PPTQ Al Asy’ariyyah. Serangkaian kegiatan acara maulid dan tasyakuran malam ini, diawali dengan khotaman dan pembacaan maulid rasul, dilanjutkan dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al Qur’an, sambutan, mauidzoh khasanah, dan yang terakhir doa penutup.  

Dalam acara ini terdapat beberapa pesan yang disampaikan kepada para santri Roudlotul Hufadz lewat sambutan pertama yang disampaikan oleh perwakilan lurah putra PPTQ AL Asy’ariyyah, Ust. Muhammad Ma’ruf S.Ag, beliau menyampaikan keluh dan kesahnya para pengurus di pondok, yaitu dikarenakan kurangnya SDM para pengajar di PPTQ Al Asy’riyyah, sehingga terkadang sering terjadi ketika ada jadwal mengaji kelas-kelas, khususnya kajian tafsir dan tahfidz banyak kelas yang sering kosong (tidak adanya pengajar).

Maka hal ini menjadi perhatian bersama bagi para santri Roudlotul Hufadz yang berkompeten dengan keilmuannya bisa turut serta mengamalkan dengan mengajar, dan hal ini sangat menjadi apresiasi untuk meningkatkan semangat mengabdi dengan ikhlas. Dalam kesempatan ini  juga beliau menyampaikan betapa pentingnya berkhidmah saat masih di pondok. Dan khususnya sebagai santri agar lebih istiqomah dalam mengaji.

Selanjutnya, sambutan yang kedua disampaikan oleh perwakilan pengurus blok Tahfidz RH Ust. Khoiril Asnafi, beliau menyampaikan beberapa hal tentang kegiatan-kegiatan di Blok RH, salah satunya yaitu acara Maulid Rasul dan Khataman Imam shalat dan binnadzor al qur'an. Kegiatan ini merupakan salah satu agenda rutinan yang dilakukan tiap tahun di Blok RH. Beliau juga memberikan  beberapa motifasi agar para santri di Blok RH ngajinya semakin rajin dan tambah semangat.

Menuju puncak acara dalam kegiatan maulid adalah pemberian mauoidzoh khasanah yang disampaikan oleh Kh. Muhammad Faizun, S.T.

“Apapun aktifitas di pondok dijadikan niat landasan beribadah. Di Pondok, yang pertama dijadikan tujuan ialah mencari ilmu, kedua mengaji dan melakukan segala hal yang bernilai manfaat. Sangat rugi bila melakukan hal tanpa adanya niat baik yang dengan hal tersebut dilakukan bisa bernilai ibadah dan menjadi Amal jariyah.”

Beliau juga berpesan dalam akhir mauidzohnya, agar kita semua jangan merasa cukup dengan amal yang sudah di dapat dan jadilah orang bermanfaat yang selalu mengambil faidah disetiap hari. Selagi masih dipondok untuk terus memaksimalkan waktu dengan menggali ilmu dan terus menyelam dalam samudera faidah.

 

Reporter: Azzahro Inayaturrohmah